4 Alasan Logis Kenapa Bisnis Rumah Kontrakan Bisa Gulung Tikar


4 Alasan Logis Kenapa Bisnis Rumah Kontrakan Bisa Gulung Tikar 
Bisnis rumah kontrakan merupakan salah satu bisnis yang bisa disebut bisnis tanpa kerja. Ya, Anda tidak perlu banting tulang untuk jam kerja yang konstan setiap harinya. Oleh karena itu, bisnis ini cocok untuk digeluti oleh para pensiunan. Sayangnya, ada beberapa pebisnis kontrakan yang harus gulung tikar. Kenapa? Simak 4 alasan logisnya. 
1. Lokasi Kurang Strategis
Tidak dapat dipungkiri bahwa lokasi merupakan poin penting yang menentukan berhasil tidaknya suatu usaha dan bisnis, termasuk bisnis online. Jika memasang iklan di media sosial populer, tentunya bisnis Anda berpotensi untuk maju. Sedangkan jika Anda hanya diam menunggu pembeli, maka jangankan untung, balik modal pun sulit diperoleh.
Nah, begitupula dengan bisnis kontrakan, jika lokasinya kurang strategis, bisnis Anda bisa bangkrut. Selain itu, Anda bisa saja sudah memperkirakan kestrategisan lokasi, yaitu memilih daerah dengan pembangunan infrastruktur yang mengalami perkembangan signifikan. Tapi, jika proyek tersebut mandeg, maka rumah kontrakan Anda pun bisa minim penyewa.
2. Pelayanan Kurang Maksimal
Salah satu masalah yang dihadapi pebisnis kontrakn adalah kerusakan fasilitas. Misalnya kunci pintu yang macet, sanitasi yang buruk, sampai bahan bangunan yang tidak berkualitas. Tegangan listrik yang tidak stabil sehingga menyebabkan listrik dan air sering mati juga bisa menjadi penyebab enggannya calon penyewa memilih rumah kontrakan Anda.
Sangat penting bagi Anda untuk menggaet relasi dan bisa diajak kerjasama agar koskosan ramai. Misalnya, mengajak tetangga yang pandai masak dan pandai mencuci (Anda bisa sediakan mesin cuci untuk laundry) di kampung untuk berjualan di kantin kos-kosan Anda.
3. Macetnya Pembayaran Sewa
Hampir setiap pemilik atau pebisnis rumh kontrakan mengalami masalah yang satu ini, baik dari satu atau lebih penyewa. Memang benar, Anda perlu memahami kondisi ekonomi mereka dengan memberi penangguhan pada mereka yang sedang mengalami kesulitan keuangan sehingga tidak bisa membayar sewa tepat waktu.
Misalnya, karyawan borongan pabrik tekstil atau garmen penghasil tas. Jika bahan untuk membuat tasnya tidak ada, tentu saja mereka menganggur dan tidak digaji. Karena, mereka hanya bisa bekerja jika ada bahan. Satu atau dua penyewa mungkin tidak masalah dan Anda masih bisa membiayai perawatan rumah kontrakan. Tapi bagaimana jika hampir semuanya?
4. Mahalnya Tarif Sewa
Ingin mendapat untung dan penghasilan besar memang fitrahnya manusia. Tapi, sangat tidak bijak jika menerapkan tarif sewa di atas harga normal. Meskipun misalnya rumah kontrakan Anda memang lebih mewah dari yang lain, seperti gazebo, mesin cuci gratis, dan lainnya.
Maka, Anda tetap tidak boleh pasang harga sewa sampai 5 kali lipat (500%) dari harga normal. Karena, calon penyewa bisa langsung kabur melihat tarif tersebut dan memilih rumah kontrakan sebelah yang menawarkan harga lebih murah.
Anda cukup menaikkan tarif 50-70% saja dan pilih penyewa dari golongan menengah ke atas. Oleh karena itu, sebelumnya Anda perlu menyesuaikan lokasi/penyewa dengan bentuk serta fasilitas yang akan Anda sediakan di rumah kontrakan Anda.

Sebelum memulai bisnis rumah kontrakan, Anda juga perlu memperkaya informasi sekitar untung rugi bisnis ini. Termasuk menghadapi dengan bijak penyewa yang sengaja maupun tidak, membuat kerusakan di rumah kontrakan Anda. Dengan begitu, Anda telah berusaha mengantisipasi dan bisa melakukan tindakan pencegahan gulung tikarnya bisnis Anda ini.